Thursday, 3 July 2014

Manusia dan Tanggung Jawab

Pada postingan sebelumnya kita sudah membahas mengenai hubungan manusia dan kasih. Dan pada kali ini saya akan memberi sedikit pengetahuan mengenai hubungan antara manusia dan tanggung jawab.
Sebelumnya telah dibahas pengertian dari manusia dan sekarang saya hanya memberi sedikit pengertia mengenai tanggung jawab.
Tanggung jawab menurut kamus bahasa indonesia adalah, keadaan wajib menaggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul,menanggung segala sesuatunya,dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagian hidup manusia ,bahwa setiap manusia di bebani dengan tangung jawab.apabila di kaji tanggung jawab itu adalah kewajiban yang harus di pikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat.
Tanggung jawab adalah cirri manusia yang beradab.manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengadilan atau pengorbanan.
Manusia pada dasarnya memiliki sebuah rasa tanggung jawab terhadap dirinya sendiri maupun sekitarnya. Namun pada saat ini banyak manusia yang menyepelekan arti kata dari tanggung jawab itu sendiri, Bahkan banyak manusia yang lari atau menghindar dari tanggung jawabnya.
Semenjak kecil kita sudah diajarka untuk bertanggung jawab terhadap diri kta dan sekitar, hal ini terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia kita. 
Lingkunganpun menuntut manusia untuk bertanggung jawab dengan terbentuknya sebuah sanksi dan norma-norma yang berlaku. 
Jadilah orang yang mampu bertanggung jawab atas apa yang kita hadapi dan alami, karena sebuah pertanggung jawaban kita akan di perhitungkan di akhirat nanti.

Sumber :

Manusia dan Kasih

Sebelum kita membahas judul diatas sebaiknya kita memahami arti kata dari manusia dan kasih itu sendiri.
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
Kasih adalah perasaan yang dimiliki oleh setiap manusia, perasaan ini akan timbul apabila manusia tersebut mempunyai rasa memiliki dan menyayangi. Kasih juga bisa dikatakan hubungan keterkaitan antara manusia tersebut dengan sesuatu. Dan kasih bisa bermakna luas, bukan hanya antara manusia dengan manusia, tetapi bisa juga antara Tuhan dengan manusia. Dan dengan adanya rasa kasih tersebut membuat manusia mempunyai tujuan hidup yang akan diperjuangkan.
Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang saling membutuhkan satu sama lainnya. Mustahil bila ada manusia yang tidak butuh satu sama lain, tanpa kita sadari manusia saling berkaitan baik itu menguntungkan atau merugikan.
Manusia adalah makhluk sosial, berkomunikasi dengan orang orang sekitar yang menimbulkan rasa kasih terhadap manusia satu sama lainnya. Mulai dari pandangan, sentuhan, perkataan maupun perasaan, seseorang mampu meluapkan rasa kasihnya. Seperti kasih seseorang terhadap orang tua, saudara, keluarga, teman, kekasih dan tuhan. 
Seperti penjelasan diatas kasih tidak hanya kepada sesama manusia , tuhan atau makhluk hidup saja tetapi dapat pula dengan benda mati. Hal itu terjadi karena adanya sesuatu peristiwa atau keadaan yang terjadi pada benda itu. 
Apabila kita sudah memberikan sebuah kasih maka akan timbulah rasa sayang dan rasa cinta. Ini sudah terbiasa dengan manusia, karena pada hakekatnya manusia adalah makhluk yang pengash dan penyeyang satu sama lainnya.
Cinta dan Kasih adalah dua kata yang hampir sama tetapi mempunyai makna atau arti yang berbeda cinta adalah perasaan yang lahir dari hati seseorang , timbul dengan sendirinya, tidak melihat waktu dan usia, suatu masa untuk ingin menyayangi dan memiliki, seperti perasaan cinta ibu kepada anak nya, perasaan cinta tuhan kepada umat nya yang bertaqwa. cinta yang tulus akan menimbulkan nilai-nilai kejiwaan yang selalu tulus dan berserah. Kasih sayang adalah dua kata yang berarti, kasih itu murah hati, kasih itu mau mengerti, kasih itu pemaaf, kasih itu mau memberi, dan banyak lagi arti kasih. sedangkan sayang adalah penuh pengertian, mau percaya, mau bicara dan banyak lagi. jadi Kasih sayang adalah pembangunan kasih sayang  jangan pernah menuntut perhatian dan kasih sayang seseorang, bila kamu tidak memulai yang kamu tuntut. Kasih adalah sebuah kata yang sering terdengar di telinga kita. Kasih bukanlah suatu hal yang tabu untuk diucapkan, apalagi dirasakan. Kasih akan membuat kita merasa nyaman, damai dan tentram.
Sumber :
http://kamelia11.wordpress.com/tag/pengertian-manusia-menurut-para-ahli/
http://abdulgani84.wordpress.com/2011/04/29/kasih/

Friday, 2 May 2014

Revolusi Budaya

     Revolusi budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat dalam waktu yang cukup lambat.

     
Revolusi budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.

   Beberapa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya revolusi kebudayaan
Lingkungan alam fisik

     Terjadinya berbagai bencana alam menyebabkan masyarakat yang mendiami daerah-daerah itu terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya. Apabila mereka mendiami tempat yang baru, mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam yang baru yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan perubahan pada lembaga -lembaga organisasi mereka. Penyebab yang bersumber pada lingkungan alam fisik kadang-kadang ditimbulkan oleh tindakan masyarakat itu sendiri.
Perang
 

     Peperangan dengan negara lain memicu perubahan-perubahan karena negara yang menang akan memaksakan kebudayaannya pada negara yang kalah.Kebudayaan masyarakat lain .

     Kebudayan yang disebarkan oleh bangsa lain dapat mengakibatkan revolusi. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua kelompok masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik, yakni masing-masing masyarakat dapat memengaruhi masyarakat lainnya. Apabila pengaruh dari masyarakat tersebut diterima tidak karena paksaan, hasilnya dinamakan demonstration effect. Proses penerimaan pengaruh kebudayaan asing di dalam antropologi budaya dinamakan akulturasi. Apabila salah satu dari 2 kebudayaan yang bertemu mempunyai taraf teknologi yang lebih tinggi, maka yang terjadi adalah proses imitasi, yaitu peniruan terhadap unsur-unsur kebudayaan lain.
Namun tak hanya tak sampai disitu saja ketika kita membicarakan perubahan keadaan budaya itu, karena tentunya berhubungan dengan perubahan struktur sosial dari masyarakat tersebut. Sebagai contoh, di Indonesia, generasi muda kita lebih senang menghabis waktu di pusat perbelanjaan seperti di Mall dari pada harus belajar diseolah ataupun dirumah. generasi muda kita juga sudah sangat lekat dengan berbudaya berpakaian yang kurang pantas untuk digunakan yang tidak mencerminkan kebudayaan timur di negeri kita. Mereka lebih senang bergaya ala kebarat-baratan dan menganggap budayanya sendiri "aneh".

     Sebagai salah satu contoh revolusi kebudayaan yang terbesar didunia adalah revolusi kebudayaan Cina. Dari tahun 1966 hingga 1968, militia belia utama Mao yang bergelar Pengawal Merah untuk menggulingkan sesiapa yang dilihat oleh Mao sebagai musuh dan mengambil alih kawalan terhadap pentadbiran negeri dan parti, menggantikan Jawatankuasa Pusat dengan Jawatankuasa Revolusi Kebudayaan, dan kerajaan-kerajaan setempat pula diganti oleh jawatankuasa revolusi
. Di tengah huru-hara dan keganasan yang bersusulan, kebanyakan pelopor revolusi, pengarang, artis, dan tokoh keagamaan diusir dan dibunuh, berjuta-juta orang didakwa, dan sebanyak setengah juta orang terkorban.
    
     Kebudayaan di Indonesia juga mengalamai revolusi , bahkan di masa pra sejarah sekalipun  , sebagai contohnya adalah: Pembagian zaman dalam prasejarah diberi sebutan menurut benda-benda atau peralatan yang menjadi ciri utama dari masing-masing periode waktu tersebut. Adapun pembagian kebudayaan zaman prasejarah tersebut terdiri dari:

I. Zaman Batu Tua (Palaelitikum)
     Berdasarkan tempat penemuannya, maka kebudayaan tertua itu lebih dikenal dengan sebutan Kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong.

1.Kebudayaan Pacitan
     Pada tahun 1935 di daerah Pacitan ditemukan sejumlah alat-alat dari batu, yang kemudian dinamakan kapak genggam, karena bentuknya seperti kapak yang tidak bertangkai. Dalam ilmu prasejarah alat-alat atau kapak Pacitan ini disebut chopper (alat penetak). Soekmono mengemukakan bahwa asal kebudayaan Pacitan adalah dari lapisan Trinil, yaitu berasal dari lapisan pleistosen tengah, yang merupakan lapisan ditemukannya fosil Pithecantropus Erectus. 

II. Zaman Batu Madya (Mesolitikum)
     Peninggalan atau bekas kebudayaan Indonesi zaman Mesolitikum, banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores. Kehidupannya masih dari berburu dan menangkap ikan. Tetapi sebagian besar mereka sudah menetap, sehingga diperkirakan sudah mengenal bercocok tanam, walaupun masih sangat sederhana.
     Bekas-bekas tempat tinggal manusia zaman Mesolitikum ditemukan di goa-goa dan di pinggir pantai yang biasa disebut Kyokkenmoddinger (di tepi pantai) dan Abris Sous Roche (di goa-goa). Secara garis besar kebudayaan zaman Mesolitikum terdiri dari: alat-alat peble yang ditemukan di Kyokkenmoddinger, alat-alat tulang, dan alat-alat flakes, yang ditemukan di Abris Sous Roche.

III. Zaman Batu Muda (Neolitikum)
     Zaman Neolitikum merupakan zaman yang menunjukkan bahwa manusia pada umumnya sudah mulai maju dan telah mengalami revolusi kebudayaan. Dengan kehidupannya yang telah menetap, memungkinkan masyarakatnya telah mengembangkan aspek-aspek kehidupan lainnya. Sehingga dalam zaman Neolitikum ini terdapat dasar-dasar kehidupan. Berdasarkan alat-alat yang ditemukan dari peninggalannya dan menjadi corak yang khusus, dapat dibagi kedalam dua golongan, yaitu:

1.Kapak Persegi
     Sebutan kapak persegi didasarkan kepada penampang dari alat-alat yang ditemukannya berbentuk persegi panjang atau trapesium (von Heine Geldern). Semua bentuk alatnya sama, yaitu agak melengkung dan diberi tangkai pada tempat yang melengkung tersebut. Jenis alat yang termasuk kapak persegi adalah kapak bahu yang pada bagian tangkainya diberi leher, sehingga menyerupai bentuk botol yang persegi.

2.Kapak Lonjong
     Kapak lonjong karena bentuk penampangnya berbentuk lonjong, dan bentuk kapaknya sendiri bulat telur. Ujungnya yang agak lancip digunakan untuk tangkai dan ujung lainnya yang bulat diasah, sehingga tajam. Kebudayaan kapak lonjong disebut Neolitikum Papua, karena banyak ditemukan di Irian.

IV. Zaman Logam
     Zaman logam dalam prasejarah terdiri dari zaman tembaga, perunggu, dan besi. Di Asia Tenggara termasuk Indonesia tidak dikenal adanya zaman tembaga, sehingga setelah zaman Neolitikum, langsung ke zaman perunggu. Adapun kebudayaan Indonesia pada zaman Logam terdiri dari:

1.Kebudayaan Zaman Perunggu
     Hasil-hasil kebudayaan perunggu di Indonesia terdiri dari: kapak Corong yang disebut juga kapak sepatu, karena bagian atasnya berbentuk corong dengan sembirnya belah, dan kedalam corong itulah dimasukkan  tangkai kayunya

2.Kebudayaan Dongson
     Dongson adalah sebuah tempat di daerah Tonkin Tiongkok yang dianggap sebagai pusat kebudayaan perunggu Asia Tenggara, oleh sebab itu disebut juga kebudayaan Dongson. Sebagaimana zaman tembaga, di Indonesia juga tidak terdapat zaman besi, sehingga zaman logam di Indonesia adalah zaman perunggu.

     
     Dalam berkomunikasi melalui media bahasa, verbal maupun non verbal. Terkadang kita terjebak pada pemahaman tentang membahasakan gerak kita, kalimat selau disamakan dengan bahasa, bibir dan lidah dijadikan simbol penguatan terhadap pengungkapan satu maksud.     Jadi revolusi kebudayaan tidak akan bisa di elak lagi. jika generasi penerus kita tidak lagi peduli dengan budaya bangasa sendiri . bagus kalau revolusi tersebut bersifat positif,bagaimana kalau perubahan tersebut bersifat negatif . tentunya akan sangat merusak moral suatu bangsa . maka dari itu ,kita sebagai generasi penerus harus lebih menghargai budaya bangsa taah air sendiri , dan juga ikut melestarikan nya agar tidak punah dimakan waktu

Sumber : http://fajaryogaanugrah.blogspot.com/2013/05/revolusi-kebudayaan.html
Sumber : http://iamfriatmoko.blogspot.com/2013/05/revolusi-budaya.html

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan. Dengan mempelajari the humanitiesm seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan the humanitiesm berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawab nya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
                Prof Dr. Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan menjadi 3:
1.     Ilmu Alamiah, bertujuan mengetahui keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Menggunakan metode ilmiah berupa, menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan, lalu dibuat analisis untuk menentukan kualitas.
2.      Ilmu Sosial, bertujuan mengkaji keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Digunakkan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu alamiah.
3.      Pengetahuan budaya, memahami dan mecari arti kenyataan yang bersifat manusiawi. Digunakan metode pengungkap peristiwa dan kenyataan yang unik.

Penngetahuan budaya dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakupi keahlian seni dan filsafat. Keahlian ini dapat dibagi ke dalam berbagai hiding keahlian lian., seperti seni tari, seni rupa, seni music, dll.
Ilmu Budaya Dasar adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalh manusia dan kebudayaan.
        Ilmu Budaya Dasar berbeda denga pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai manusia sebagai makhluk berbudaya. Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar pengertian umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan budaya.

#Sumber diambil dari : http://massofa.wordpress.com/2008/10/21/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup-ilmu-budaya-dasar/

Thursday, 16 January 2014

Kereta Pedati Gede Pekalangan

     Kali ini saya akan kembali memberikan info mengenai salah satu kereta keraton yang ada di cirebon, yaitu Pedati Gede Pekalangan.


     Kereta ini adalah kereta peninggalan Pangeran Cakrabuana, anak dari Prabu Siliwangi yang dibuat pada tahun 1371. digunakan untuk mengangkut kebutuhan keraton, seperti mengangkut prajurit, memindahkan benda-benda besar, membantu pembagunan Mesjid Sang Cipta Rasa, da bahkan pernah menjadi sebuah benteng pada saat pertempuran berlangsung. Memang Pedati ini sangatlah besar mungkin menjadi Pedati terbesar di Indonesia.
    
     Berikut adalah spesifikasi dari Pedati Gede Pekalangan.
Tinggi 3,5 meter dan lebar 2,6 meter. Dengan menggunakan 6 roda berdiameter 2 meter dengan jari-jari 90 cm dan 2 roda kecil berdiameter 1,5 meter dengan jari-jari 70 cm.
     Tidak hanya besar, pedati ini memiliki banyak keunikan yaitu teknologi yang terdapat dalam pedati itu dinilai oleh banyak pengamat sebagai kereta yang melampaui tekologi zamannya. Terdapatnya semacam as terbuat dari kayu bulat berdiameter 15 cm yang menghubungkan  antar roda melalui poros yang ada di tiap rodanya denga pelumas dari getah pohon damar di tiap pertemuan antara roda tersebut dengan poros agar pertemuan antar as dan poros lancar dan tidak cepat aus. 
     Selain itu Pedati ini sudah menggunakan sistem knock down seperti kereta api, jika pada saat itu yang diagkut tak cukup dengan pedati ini maka dapat menggunakan pedati lain dengan mencangkolkannya di belakang pedati ini dan ditarik oleh kerbau bule.






Kereta Singa Barong dan Kereta Paksi Naga Liman Cirebon

     Cirebon memiliki banyak sekali keragaman budaya dan sejarah. Kali ini saya akan membagi sedikit info mengenai keunikan peninggalan sejarah Kota Cirebon berupa kereta kencana, yaitu Kereta Singa Barong dan Kereta Paksi Naga Liman.

     Kereta Singa Barong adalah sebuah Kereta Kencana yang bentuknya penggabungan dari 4 bagian hewan, singa / macan (tubuh, kaki dan mata), gajah (belalai), garuda (sayap), naga (kepala). Dibuat pada tahun 1571 Saka atau 1649 Masehi. Kereta ini digunakan untuk keperluan Sultan. Ditarik oleh 4 kerbau putih (kebo bule).

     Kereta Paksi Naga Liman, dari namanya sudah jelas bahwa kereta ini penggabungan dari 3 jenis hewan yaitu, Paksi = burung (sayap) Naga = naga (tanduk) Liman = gajah (belalai). Dibuat pada tahun 1350 Saka atau 1428 Masehi. Kereta ini digunaka oleh Sunan Gunung Jati untung berkeliling keraton.

   
     Kedua kereta itu di buat oleh Panembahan Losari. Kedua kereta itu memiliki kelebihan yang sangat unik, yaitu teknk pembuatan arsitekturnya tak jauh beda dengan kendaraan jaman sekarang. Misalnya, alat kemudi kereta memiliki sistem hidrolik dengan bahan kayu da baja.
     Memiliki suspensi sehingga pada saat digunakan kereta ini sangat nyaman membuat para sultan tidak merasakan guncangan saat roda menapaki jalan yang rusak.
     Roda keretapun dibuat secara stabil yang disesuaikan dengan suspensi. Roda kereta dibuat menonjol keluar dari jari-jari roda yang cekung kedalam agar menghindari cipratan air pada saat kereta melaju di jalan yang basah.
    Jika dilihat secara sepintas memang terlihat tak jauh beda. Namu pada Kereta Paksi Naga Liman sayap dan lidahnya dapat bergerak dan membuat kereta ini terlihat sangat hebat dijamannya.
   
     Menurut para ahli sejarah internasional kereta ini sangat luar biasa dan menjadi kereta kerajaan sempurna dan paling modern yang pada saat itu tak terfikirkan oleh orang pada saat itu.

Museum Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan adalah keraton terutua di Kota Cirebon, fungsi dari keraton ini sangatlah penting pada perkembangan dan kejayaan Kota Cirebon. Berikut akan saya paparkan sekilas sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon.

            Keraton Kasepuhan didirikan pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II (cicit dari Sunan Gunung Jati) yang menggantikan tahta dari Sunan Gunung Jati pada tahun 1506. Keraton Kasepuhan dulunya bernama Keraton Pakungwati, sedangkan Pangeran Mas Mochammad Arifin bergelarPanembahan Pakungwati I. Sebutan Pakungwati berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. Ia wafat pada tahun 1549 dalam Mesjid Agung Sang Cipta Rasa dalam usia yang sangat tua. Nama beliau diabadikan dan dimuliakan oleh nasab Sunan Gunung Jati sebagai nama Keraton yaitu Keraton Pakungwati yang sekarang bernama Keraton Kasepuhan. Keraton ini terletak bersebelahan dengan Keraton Kanoman dan Keraton Kacirebonan.
            Struktur bangunan di keraton ini di dominasi oleh budaya China, Eropa, dan Jawa. Terlihat dari struktur depan yang kental akan bangunan Jawa berupa benteng, pendopo dan gapura yang dihiasi dengan budaya China berupa keramik-keramik berelief yang ditempelkan pada tiap elemennya. Namun pada bagian dalamnya sangat kental dengan bangunan Eropa, dengan berdiri tembok yang kokoh seperti bangunan eropa pada zaman itu, dan kembali dihiasi dengan ornamen China berupa keramik berelief.


          Di depan Keraton terdapat alun-alun Sangkala Buana dan tepat disamping keraton terdapat sebuah masjid yaitu Masjid Sang Cipta Rasa yang erat kaitannya dengan sejarah Para Wali.
          Jika kita masuk lebih dalam keraton ini menyediakan sebuah ruangan-ruangan yang menyimpan benda-benda bersejarah, seperti alat perang yang berupa keris, trisula, gadha, pedang, kujang, baju zirah, meriam. Ada juga alat-alat tradisional yang diguakan pada masa itu. Disini juga terdapat kereta kencana yang berfungsi sebagai kendaraan kerajaan pada masa itu yaitu Kereta Singa Barong.